Sukses

4 Fakta Menarik Bangkalan, Punya Julukan Kota Zikir dan Shalawat

Liputan6.com, Bangkalan Bangkalan merupakan salah satu daerah tingkat II di Provinsi Jawa Timur. Kabupaten ini berada di bagian paling barat Pulau Madura.

Kabupaten Bangkalan berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Sampang di timur, dan Selat Madura di selatan. Wilayah Bangkalan termasuk kawasan metropolitan Surabaya yaitu Gerbangkertosusila.

Secara administratif, wilayah Kabupaten Bangkalan terbagi menjadi 18 kecamatan yang terdiri dari 273 desa dan 8 kelurahan. Topografi wlayah Kabupaten Bangkalan berada di ketinggian 2-10 meter di atas permukaan air laut (mdpl)

Beberapa wilayah di Bangkalan terletak di pesisir pantai, di antaranya Kecamatan Sepulu, Bangkalan, Socah, Kamal, Modung, Kwanyar, Arosbaya, Klampis, Tanjung Bumi, Labang, dan Burneh dengan ketinggian 2-10 mdpl. Wilayah tertinggi Kabupaten Bangkalan terletak di Kecamatan Geger dengan ketinggian 100 mdpl.

Tentu bukan itu saja hal-hal menarik dari Bangkalan. Berikut empat fakta menarik lainnya seputar Kabupaten Bangkalan yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. 

 

2 dari 4 halaman

1. Kota Zikir dan Shalawat

Kabupaten Bangkalan mendeklarasikan sebagai Kota Zikir dan Shalawat pada 28 Agustus 2015. Mohammad Makmub Ibnu Fuad yang menjadi Bupati Bangkalan saat itu memimpin deklarasi Kota Zikir dan Shalawat yang digelar di Alun-alun Bangkalan.

Deklarasi menjadi Kota Zikir dan Shalawat sebagai langkah menjadikan Kabupaten Bangkalan yang lebih baik. Diharapkan dengan julukan itu masyarakatnya dapat berkomitmen untuk menjadi pribadi muslim yang berkhlak mulia, berhati lembut, hingga bersih dari penyakit batin.

Deklarasi tersebut dihadiri oleh santri, pengasuh pondok pesantren, ulama, hingga perwakilan dari organisasi massa Islam di Kabupaten Bangkalan.

 

3 dari 4 halaman

2. Pelabuhan Kamal

Bicara Kabupaten Bangkalan tidak terlepas dari Pelabuhan Kamal. Pelabuhan Kamal di Bangkalan menghubungkan Madura dengan Surabaya. Pelabuhan ini sebagai alternatif untuk menyeberang selain memanfaatkan jembatan Suramadu (Surabaya Madura).

Di Pelabuhan Kamal tersedia layanan kapal feri untuk lintas Pulau Madura (Bangkalan) ke Pulau Jawa (Surabaya). Pelabuhan Kamal disebut sebagai pintu gerbang Madura dari Jawa.

3. Destinasi Wisata

Semenjak ada jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa di Surabaya ke Pulau Madura di Bangkalan, Kota Zikir dan Shalawat ini menjadi pilihan objek wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan.

Jika Anda senang wisata religi bisa berkunjung ke makam Syaikhona Muhammad Kholil di Martajasah Bangkalan, makam Bujuk Cendana di Kwanyar Bangkalan, Perahu Sarimuna peninggalan Syaichona Muhammad Cholil, atau pasarean makam Zimat Sayyid Husein bin Assegaf.

Alternatif destinasi wisata lain adalah objek wisata sejarah. Anda bisa mengunjungi makam raja-raja Bangkalan di Aermata Arosbaya, Mercusuar Sembilangan, atau Museum Cakraningrat.

Pilihan destinasi wisata lain untuk berlibur di Bangkalan adalah objek wisata alam. Beberapa wisata bertema alam antara lain Bukit Geger, Pantai Siring Kemuning, Pantai Rongkang,Pantai Basmalah, hingga Pantai Maneron.

 

4 dari 4 halaman

4. Kuliner Khas

Kabupaten Bangkalan mempunyai kuliner khas yang tak dapat ditemukan di dareah lain. Sangat disayangkan bila bertandang ke Bangkalan tidak mencicipi kuliner-kuliner khasnya.

Sebut saja Bebek Sinjay. Kuliner khas Bangkalan ini merupakan olahan bebek goreng dengan bumbu rempah khas Madura. Pasarnya sudah meluas hingga Surabaya dan Yogyakarta.

Bukan sekadar khas, tapi kuliner di Bangkalan juga cukup unik. Salah satunya adalah Soto Mata Sapi. Ini benar-benar mata asli sungguhan, bukan telur mata sapi. Cita rasa Soto Mata Sapi tak akan diragukan lagi. Rasanya maknyus dan enak membuat kuliner ini sering dicicipi oleh wisatawan.

Selain dua kuliner khas itu, Bangkalan juga punya kuliner khas lainnya seperti Nasi Serpang, Tajin Sobih, Bebek Songkem, hingga Topak Ladeh.