Sukses

Mengintip Persiapan KAI Daop 9 Jember Jelang Mudik Lebaran

Liputan6.com, Jember - Masa angkutan mudik Lebaran 2022 kurang delapan hari lagi. PT Kereta Api Indonesia (KAI) menetapkan masa angkutan Lebaran tahun ini H-10 sampai H+10 Lebaran atau 22 April sampai 13 Mei 2022.

Walaupun masih cukup lama, menejemen Daop 9 Jember tetap melakukan upaya–upaya peningkatan keamanan dan pelayanan perjalanan kereta api (Perka).

Vice President PT KAI Daop 9 Jember Broer Rizal berupaya mewujudkan angkutan kereta api yang selamat, aman, nyaman dan sehat. Salah satunya melalui keandalan sarana dan prasarana perkeretaapian.

“Sesuai Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) Tahun 2021, dukungan sarana di Daop 9 Jember terdiri dari 8 Lokomotif dan 45 kereta penumpang. Sedangkan, prasarana (jalur KA) mulai dari Stasiun Bangil sampai Stasiun Ketapang sepanjang 262.465 kilometer,” ujar Vice President PT KAI Daop 9 Jember Broer Rizal Minggu (17/4/2022)

PT KAI Daop 9 Jember tetap melakukan perawatan dan pemeriksaan sarana dan prasarana perkeretaapian secara rutin. Sejak hari Kamis (15/04/2022) telah dilakukan pemeriksaan jalur KA mulai dari Stasiun Jember sampai Stasiun Bangil Pasuruan.

“Kami bersama–sama kewilayahan yaitu TNI Polri, dishub dan Jasa Raharja Kabupaten Jember akan melaksanakan pemeriksaan lintas dari Stasiun Jember sampai Stasiun Tanggul. Untuk memastikan hasil pekerjaan perawatan teman-teman di lintas benar–benar baik sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan yang telah ditentukan,” kata Broer.

 

Simak juga video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Siagakan AMUS

Pemeriksaan lintas akan dilanjutkan sampai Stasiun Bangil Pasuruan dan juga lintas Jember sampai dengan Ketapang Banyuwangi.

“Dalam pemeriksaan lintas ini, kami meyakinkan kondisi track atau jalur benar-benar baik, lebar jalur, kondisi bantalan dan jembatan, perlintasan sebidang serta penempatan Angkutan Material Untuk Siaga (AMUS),” ucapnya.

Broer juga menambahkan selama pemeriksaan selain mengecek kondisi jalur dan jembatan juga dilakukan pemantau kanan dan kiri rel terhadap kemungkinan-kemungkinan adanya pepohonan yang tumbang ke arah jalur KA.

“Jika ada kami akan perintahkan satuan tugas yang ada di lapangan untuk segera melakukan penebangan maupun penopingan,” kata Broer.