Sukses

Survei Elektabilitas Parpol versi ARCI, Siapa Teratas? 

Liputan6.com, Surabaya - Accurate Research And Consulting Indonesia (ARCI) merilis hasil survei terkait elektabilitas partai politik (parpol) di Jatim. Hasilnya, PKB masih teratas, disusul PDI Perjuangan, dan Gerindra melengkapi di tiga besar.

"PKB masih teratas, bersaing ketat dengan PDI Perjuangan di peringkat kedua. Dan Gerindra di peringkat ke-3 ini sewaktu-waktu berpeluang mendekati," ujar Direktur ARCI, kata Baihaki Sirajt, Kamis (12/5/2022).

Baihaki kemudian memaparkan posisi partai yang terdekat dari tiga besar. Ada Partai Golkar dan Partai Demokrat. Menurut Baihaki, Partai Demokrat berpeluang naik karena banyak dilirik milenial.

"Pemilih milenial cenderung ke Demokrat. Tapi, pemilih milenial juga cenderung apatis, tapi Demokrat juga harus menggarap pemilih tradisional," ucap Baihaki.

Baihaki mengungkapkan, faktor Demokrat dipimpin Emil Dardak saat ini memberi angin segar khususnya dalam meraup suara milenial.

"Ada juga faktor Emil Dardak yang memimpin Demokrat Jatim saat ini. Tapi semua tetap bergantung apakah partai mau menggarap basis dengan serius tidak," ujar Baihaki.

Baihaki menambahkan, faktor Emil Dardak sebagai Wagub Jatim juga memperkuat posisi Demokrat di Jatim.

"Selama ini, Demokrat memang memiliki kursi eksekutif, dan saat ini ada Emil. Ini keuntungan sendiri untuk Demokrat. Soal ramai-ramai di Musda itu tidak ada pengaruhnya," ucap Baihaki.

2 dari 2 halaman

38 Kabupaten dan Kota

Survei yang dilakukan ARCI dikakukan di 38 kabupaten/ kota Jatim. Survei ini memakai multistage random sampling. Ada 1.200 responden yang berpartisipasi, dengan margin of error sebesar 3 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Berikut elektabilitas parpol di Jatim:

1. PKB, 19,9 persen

2. PDIP, 16,2 persen

3. Gerindra, 14,9 persen

4. Golkar, 10,1 persen

5. Demokrat, 7,6 persen

6. NasDem, 6,9 persen

7. PPP, 5,5 persen

8. PAN, 3,2 persen

9. PKS, 2,7 persen

10. Perindo, 1,9 persen

11. Hanura, 1,4 persen

12. PSI, 0,5 persen

13. Berkarya, 0,25 persen

14. Tidak diketahui, 8,95 persen.