Sukses

Bayu Airlangga Hengkang dari Demokrat, Golkar Jatim Siap Menampung

Liputan6.com, Surabaya - Menantu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Soekarwo (Pakde Karwo), Bayu Airlangga telah memutuskan hengkang dari Partai Demokrat per 21 April 2022, usai Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memutuskan untuk memilih Emil Dardak sebagai ketua Demokrat Jatim.

Ketua DPD Golkar Jatim M Sarmuji mengaku siap menerima Bayu di Golkar. "Kami siapkan tempat berteduh di bawah pohon beringin," kata Sarmuji ditulis Selasa (17/5/2022).

Isu Bayu menuju Golkar semakin kuat, setelah Sarmuji melakukan pertemuan empat mata dengan Pakde Karwo pada akhir bulan Ramadan lalu. Sarmuji mengaku hanya berdiskusi soal pangan.

"Tidak ada sangkut pautnya dengan kondisi Mas Bayu. Urusan politik hanya selingan saja dari sepanjang obrolan kami," kata Sarmuji.

Sarmuji mengungkapkan, pertemuan dirinya dengan Pakde Karwo membahas terkait masalah ketahanan pangan di Jatim. Dalam pertemuan kedua tokoh ini terlihat gayeng berbincang tentang masa depan Indonesia dan Jatim, khususnya persoalan pangan yang memang menjadi bidang Pakde Karwo di Dewan Pertimbangan Presiden.

"Kami banyak membincangkan tentang persoalan pangan khususnya di Jawa Timur. Masalah pangan akan menjadi isu serius di masa mendatang, tidak hanya di Indonesia tetapi dunia karena di dalamnya ada faktor perubahan iklim yang melanda seluruh dunia," ujarnya.

 

 

 

2 dari 2 halaman

Golkar Siap Menerima

Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam menilai, Partai Golkar bisa menjadi partai politik pilihan Bayu Airlangga usai mundur dari Partai Demokrat.

"Golkar juga termasuk partai yang bisa menjadi pilihan.  Golkar juga relatif stabil urusan faksi-faksi lebih cair," kata Surokim yang juga Peneliti Senior Surabaya Survey Center (SSC), ditulis Senin (16/5/2022).

Menurut Surokim, menantu Pakde Karwo itu akan menjadi rebutan banyak parpol di Jatim. Tapi, Surokim menilai, Golkar menjadi tempat yang paling pas untuk Bayu.

"Semua memungkinkan, namanya juga politik, seni kemungkinan dinamis bisa berubah setiap saat. Secara historikal, Pakde Karwo dekat dengan Golkar," kata Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) UTM ini.

Apalagi, lanjut Surokim, akses Pakde Karwo yang kini menjabat sebagai Wantimpres ke semua dan lintas partai di Jawa Timur juga baik. Bahkan Pakde Karwo juga menjadi senior dan mentor banyak politisi di Jatim.

Menurut Surokim, Bayu tentu saja dengan petunjuk Pakde Karwo masih akan melihat lihat anginnya untuk menemukan momentum yang pas dan akan besar kemungkinan akan memilih partai yang bisa memberi karpet merah dan memberi jaminan posisi di pencalegan yang pas atau bahkan mungkin tiket pilkada.

"Golkar termasuk prospektif dan pengaruh Pakde juga cukup kuat di sana. Saya pikir semua masih ditimbang-timbang hingga proses pencalegan nanti. Pakde yang pasti bukan poltisi biasa karena sudah teruji dalam segala medan politik," kata dia.

Untuk hal seperti ini, kata Surokim, bagi Pakde Karwo bukan hal yang rumit. Situasi ini, menurut dia, adalah bagian dari cara Pakde Karwo mendewasakan Bayu yang pernah menjabat sebagai Plt Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim dan Ketua Muda Mudi Demokrat Jatim agar lebih siap dan tangguh dalam medan politik agar terus bisa mematangkan diri.

Surokim menambahkan, proses Bayu untuk mematangkan diri akan membuat pemuda berusia 31 tahun itu semakin matang dan menjadi politisi tangguh.