Sukses

Kepemimpinan Jokowi di G20 Jadikan Kepercayaan Dunia ke Indonesia Meningkat

Liputan6.com, Jakarta - Akademisi Hubungan Internasional Universitas Udayana (Unud) Sukma Sushanti menilai karakteristik kepemimpinan Jokowi dalam Presidensi G20 membawa dampak baik bagi Tanah Air. Membuat tingkat kepercayaan dunia terhadap Indonesia lebih meningkat.

Dia menilai hal demikian tak terlepas dari latar belakang Jokowi seorang pelaku usaha. Itu artinya, tambah dia, setiap kebijakan yang dikeluarkan telah melalui perhitungan perekonomian yang matang.

Oleh karenanya, keputusan Jokowi menjadi Presidensi G20 tidak terlepas dari pertimbangan ekonomi. Tentunya dalam upaya memajukan perekonomian dalam negeri.

“Latar belakang presiden kita ini kan seorang bisnis man, kemudian tentunya kalkulasi yang dikedepankan ekonomi yang serba cepat dan praktis,” kata Sukma, Rabu (25/5/2022).

Menurut dia, Jokowi telah berhasil membentuk sinergi kuat mulai dari lingkungan menteri. Kekompakan Kabinet Indonesia Maju, menurut dia, berperan besar dalam kesuksesan Jokowi pimpin G20.

“(Jokowi) beliau secara sosok perorangan tentunya lebih bagus apalagi dengan dukungan dari menteri beliau, dari Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Luar Negeri yang selama ini menjadi marketing negara beserta kementerian yang lainnya,” sambung Sukma.

2 dari 2 halaman

Redam Ego Sektoral

Lebih lanjut dia menyebut dengan karakteristik tersebut Jokowi pun sukses meredam ego sektoral antar kementerian. Sehingga dengan begitu dapat menghasilkan kontribusi yang maksimal.

“Saya pikir selama ego sektoral itu bisa ditekan koordinasi antar kementerian itu dapat berjalan cukup baik. Ego sektoral itu bisa ditekan bisa menjadi lebih bagus,” tandas Sukma.

  • Presidensi G20 adalah sebutan untuk negara yang menjadi ketua dalam penyelenggaraan G20.
    Presidensi G20
  • Presiden Jokowi hibur anak-anak dengan atraksi sulap di peringatan Hari Anak Nasional, di Pekanbaru, Riau.
    Joko Widodo merupakan Presiden ke-7 Indonesia yang memenangi Pemilihan Presiden bersama wakilnya Jusuf Kalla pada 2014
    Jokowi