Sukses

58 Peserta UTBK di Unej Dinyatakan Gugur pada Hari Pertama, Ini Sebabnya 

Liputan6.com, Jember - Sebanyak 58 peserta ujian tulis berbasis komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Universitas Jember (Unej), dinyatakan gugur pada hari pertama, Selasa (17/5/2022).

"Sebanyak 58 peserta dinyatakan gugur karena tidak hadir mengikuti UTBK SBMPTN. Mereka terdiri dari 38 peserta pada sesi pagi dan 20 peserta sesi siang," kata Wakil Koordinator PKIH Unej Rokhmad Hidayanto di Jember.

Sebanyak 13.826 peserta yang terdiri dari 6.937 peserta kategori ujian Saintek, 5.963 peserta kategori ujian Soshum, dan 926 peserta kategori ujian Campuran mengikuti UTBK SBMPTN di Pusat UTBK Universitas Jember pada gelombang pertama 17-23 Mei 2022 dan gelombang kedua pada 28 Mei hingga 2 Juni 2022.

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Unej Slamin mengatakan pihaknya menyiapkan sebanyak 754 pengawas dan 344 penanggung jawab lokasi yang bertugas di 25 ruangan yang tersebar di 14 lokasi di kampus setempat.

"Pelaksanaan UTBK SBMPTN 2022 di Pusat UTBK Unej secara umum berjalan lancar. Panitia tidak menemukan permasalahan yang berarti baik saat UTBK sesi pagi maupun sesi siang," tuturnya.

Ia mengatakan setiap sesi UTBK SBMPTN akan ada maksimal 615 peserta, sementara dalam satu hari pelaksanaan UTBK ada dua sesi, yakni sesi pagi dan siang.

"Peserta UTBK wajib hadir satu jam sebelum pelaksanaan ujian karena tenggang waktu itu digunakan oleh panitia untuk memeriksa kelengkapan administrasi dan persyaratan kesehatan, serta untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki ruang ujian," katanya.

2 dari 2 halaman

Tidak Bawa Tes Antigen

 

Pada hari pertama pelaksanaan UTBK SBMPTN, pihak panitia mencatat ada 75 peserta yang tidak membawa hasil negatif tes usap antigen sebagai persyaratan bagi peserta yang baru mendapatkan vaksin COVID-19 kedua.

Kemudian Tim Tanggap Darurat Kesiapsiagaan Bencana COVID-19 (TTDKBC) Universitas Jember bersama Unej Medical Center (UMC) melakukan tes usap antigen bagi mereka.