Sukses

Risma Pantau Langsung Pengobatan Balita Sampang Penderita Kanker Mata

Liputan6.com, Surabaya - Menteri Sosial Tri Rismaharini (Risma) memantau langsung perkembangan pengobatan balita penderita kanker mata, NHI (3), asal Dusun Morpao, Desa Noreh, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang.

"Kami ada petugas yang memang selalu memantau progres dari perkembangan pengobatan pasien," ujarnya di Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Dharmawangsa Surabaya, Sabtu (21/5/2022) malam.

Selain itu, nanti ada juga pendampingan dari teman-teman relawan Kita Bisa. "Kita juga terima kasih kepada Rumah Singgah Sedekah Rombongan yang kali ini membantu adik kita," ucapnya.

Risma berterima kasih kepada para donatur, kepada orang-orang baik yang peduli terhadap kesehatan NHI.

"Saya juga ucapkan terima kasih kepada teman-teman media, dan mungkin juga media sosial. Karena kami mendapat informasi tentang penyakit yang diderita ini dari media maupun media sosial," ujarnya.

Risma juga selalu menganalisa, dan kalau memang dibutuhkan pengobatan yang lebih panjang, dirinya minta bantuan teman-teman relawan Kita Bisa karena mereka yang bisa memimpin untuk pengobatan dalam waktu yang lama.

"Jadi kami sudah berkolaborasi dengan Kita Bisa, ada total 80 pasien di seluruh Indonesia dan (donasi) sudah terkumpul Rp 5 miliar," ucapnya.

Mantan Wali Kota Surabaya ini menegaskan, Kita Bisa ini adalah salah satu startup yang bergerak dalam penggalangan dana secara online.

"Jadi Alhamdulillah bisa memberikan dampak positif dengan kerja sama dan kolaborasi dengan kemensos untuk membantu banyak pasien yang memang membutuhkan," ujarnya.

 

2 dari 2 halaman

Jalani Kemoterapi

Diketahui, balita NHI akan menjalani kemoterapi yang ketiga kalinya pada 30 Mei mendatang di RSUD dr Soetomo Surabaya. Dia bersama ibunya, Siti Sukaisih (37) tinggal sementara di Rumah Singgah Sedekah Rombongan yang berlokasi di Dharmawangsa Surabaya.

Balita NHI sejak usai dua tahun sudah terdeteksi menderita kanker mata. Mula-mula mata sebelah kirinya bengkak dan tiba-tiba terus membesar. Mata yang kanannya juga sudah tidak bisa melihat. Tapi sang Ibu masih fokus pengobatan di mata kirinya.

Anak ketiga dari Siti ini sudah ditinggal ayah kandungnya yang pergi entah kemana saat dia masih berusia 40 hari. Jadi, balita NHI ini tidak pernah mengetahui sosok ayah kandungnya.