Sukses

Jaga Kualitas dengan Festival Petik Kopi Situbondo

Liputan6.com, Situbondo - Pemerintah Kabupaten Situbondo menggelar festival Petik Kopi untuk mendorong petani meningkatkan produktivitas serta menjaga kopi arabika berkualitas ekspor.

Festival Petik Kopi 2022 dipusatkan di Dusun Taman Dadar dan Dusun Tamanrejo, Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa Situbondo.

“Pada tahun lalu kami meluncurkan brand kopi Situbondo, Bernama Golden Wood Caffee dan festival petik kopi ini untuk melihat hasil panen kopi arabika yang tahun lalu sudah kami branding,” kata Bupati Situbondo Karna Suwandi, Senin (23/5/2022).

Kopi arabika Situbondo, kata dia, sudah diekspor ke Amerika dan Eropa. Oleh karena itu, Pemkab Situbondo mendorong petani kopi meningkatkan hasil pertanian kopi berkualitas ekspor, salah satunya melalui program Sertifikasi Organik.

Bung Karna berharap hasil panen kopi arabika tahun ini akan lebih baik dari sebelumnya, sehingga brand Golden Wood Caffe yang diluncurkan tahun lalu sesuai harapan.

“Karena jika kualitas kopi arabika bagus, sudah pasti para petani kopi khususnya dan memperoleh keuntungan berlipat,”ujurnya

Dalam waktu dekat, kata Karna, Pemkab Situbondo akan menggelar festival kopi nusantara sebagai upaya menggeliatkan perkopian di Situbondo. Selain itu, festival kopi nusantara juga nantinya untuk lebih mengenalkan kopi arabika Situbondo, karena juga akan dihadiri puluhan buyer.

“Saat ini, kami juga sudah mengharuskan semua Organisasi Pimpinan Daerah agar menggunakan dan menyuguhkan kopi Situbondo kepada tamu,”ucapnya.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Bangun Akses Jalan

Karna Suwandi menambahkan, tahun ini pemerintah daerah setempat membangun akses jalan utama menuju kawasan penghasil kopi. Karena, selama ini warga mengeluhkan akses yang rusak dan sulit dilakukan kendaraan roda dua dan roda empat, sehingga menyulitkan distribusi penjualan kopi.

“Pembangunan infrastuktur jalan tahun ini kami alakasikan Rp 3 miliar. Tahun berikutnya kami akan usulkan Kembali melakukan DAK mudah- mudahan pada 2023 akses jalan di sini rampung semua,”pungkasnya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.