Sukses

Kasus PMK Meningkat di Lumajang, Harga Sapi Anjlok

Liputan6.com, Lumajang - Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi semakin meningkat di Lumajang. Bahkan merambah luas hampir di seluruh Kecamatan di wilayah Lumajang.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengungkapkan, pihaknya terus melakukan langkah-langkah percepatan penanganannya guna menekan angka kasus PMK.

"Kita harus percepatan supaya benar-benar bisa penanganan pencegahan PMK hewan ternak di lapangan," ungkap dia, Selasa (24/5/2022).

Cak Thoriq sapaan akrab Bupati Lumajang Thoriqul Haq, juga mengungkapkan, bahwa akibat merebaknya wabah PMK tersebut, banyak pihak yang merugi, khususnya bagi para peternak dan pedagang sapi.

"Banyak sapi yang mengalami penurunan harga, yang awal harganya kisaran Rp60 juta hingga Rp50 juta, namun sekarang dijual dengan harga Rp40 juta sampai Rp30 juta," terangnya.

Thoriq berkeinginan percepatan penanganan itu, semua stakeholder terkait harus bertindak cepat, tepat dan tegas supaya wabah PMK di Lumajang bisa tertangani dengan baik serta hewan sapi kembali sehat dan bebas terjangkit PMK.

 

2 dari 2 halaman

Bentuk Satgas

Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka Darmawan menjelaskan, pihaknya  telah membentuk satgas penanganan PMK, guna meminimalisir penyebaran wabah yang tergolong berbahaya bagi hewan ternak sapi.

"Di Polres sudah membuat Satgas sampai di jajaran polsek, salah satunya yakni untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait bahaya PMK," jelasnya.

Kapolres mengakui, bahwa minimnya tenaga, obat-obatan hewan dan kurangnya wawasan masyarakat terkait bahaya PMK pada hewan ternak sapi, maka pelaksanaan penanganan masih kurang maksimal.

Oleh karena itu, dirinya berharap kepada jajaran Pemerintah, TNI dan Polri harus bersinergi guna melakukan percepatan pencegahan wabah PMK di Lumajang