Sukses

Stok Terbatas, Sapi Perah di Mojokerto Jadi Prioritas Dapat Vaksin PMK

Liputan6.com, Mojokerto - Sapi perah di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur menjadi prioritas pemberian vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK). Hal itu karena stok vaksin PMK makin terbatas.

Di sela rapat penanganan masalah PMK, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengatakan vaksinasi PMK pada hewan ternak mulai dilakukan pada tanggal 10 Juni 2022.

"Mengingat stok vaksinnya terbatas, jadi diutamakan sapi perah dulu karena pada sapi perah ini putingnya itu keluar vesikelnya ini yang bahaya," kata dia di Mojokerto, dilansir dari Antara, Selasa (7/6/2022).

Dia melanjutkan, kalau untuk sapi perah tidak hanya mulut dan kuku, ternyata putingnya juga melepuh-melepuh ini akan mencemari susu yang dikeluarkan.

Lebih lanjut, Ikfina juga menjelaskan Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Pertanian dalam menanggulangi wabah PMK akan melaksanakan vaksinasi pada hewan ternak mulai 10 Juni 2022.

"Nanti sudah disiapkan sudah akan mulai vaksin tanggal 10 Juni maka nanti segera dilakukan pendataan jadwal vaksin apa yang dibutuhkan, pengamanan seperti apa, itu nanti harus jelas dikoordinasikan titik-titiknya di mana saja sehingga nanti teman-teman dari Polres, TNI maupun dari Kejaksaan Negeri tahu," ujarnya.

Ia mengatakan dalam menanggulangi wabah PMK menjelang Hari Raya Idul Adha tahun 2022, Pemerintah Kabupaten Mojokerto menggelar rapat koordinasi gugus tugas penanganan wabah PMK pada hewan ternak di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Mojokerto.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. 

 

2 dari 2 halaman

Ngebut Vaksinasi

Dalam arahannya, Bupati Ikfina menekankan pada saat ini dalam menanggulangi wabah PMK hewan ternak di Kabupaten Mojokerto, salah satu cara yang dapat meminimalkan penyebaran wabah PMK saat ini dengan melakukan vaksinasi pada hewan ternak.

"Pemerintah juga ngebut bagaimana vaksin ini segera bisa dilaksanakan, dibuat, dan didistribusikan. Kami tidak bisa mendatangkan vaksin dari luar, tidak sama dengan COVID-19 kalau yang ini ada tujuh stereotip, jadi vaksin itu diambil dari virus yang memang beredar di Jawa Timur, sehingga nanti benar-benar cocok," ucapnya.

Ia mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian, TNI, dan Kejari untuk meminta dukungan terkait penutupan pasar hewan sampai proses vaksinasi hewan ternak di wilayah Kabupaten Mojokerto selesai.