Sukses

Kayutangan Heritage Malang, Titik Keramaian Baru Rawan Aksi Kejahatan

Liputan6.com, Malang - Warga yang berkunjung ke kawasan Kayutangan Heritage sebaiknya lebih berhati-hati. Sebab salah satu ikon baru wisata di Kota Malang ini jadi tempat pelaku kejahatan beraksi mengincar pengunjung sebagai korbannya.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Bayu Febrianto Prayoga, mengatakan dalam tiga bulan terakhir ini ada lebih dari dua korban melapor ke kepolisian karena menjadi korban kejahatan di kawasan Kayutangan Heritage Malang.

“Itu korban yang membuat laporan ke kami. Ada beberapa modus yang dipakai pelaku,” kata Bayu di Malang, Kamis (9/6/2022).

Salah satu modusnya berkedok penganiayaan terhadap anggota keluarga. Pelaku berpura-pura adik atau kakaknya jadi korban penganiayaan. Korban dituduh sebagai pelaku penganiayaan itu. Pelaku meminta pertanggungjawaban dengan cara merampas telepon genggam sampai uang.

“Kami masih mendalami beberapa kejadian itu. Bila ada warga lain yang juga jadi korban kejahatan di kawasan itu, segera melapor ke Polresta,” tutur Bayu.

Menurutnya, ada beberapa langkah antisipasi demi mencegah peristiwa kejahatan terjadi. Seperti mobil patroli polisi secara rutin berkeliling memantau di berbagai wilayah rawan kriminal termasuk kawasan Kayutangan saat malam hari.

Kepolisian juga berkolaborasi dengan Pemkot Malang terkait keamanan. Kamera pengawas CCTV memang telah dipasang di beberapa titik di Kayutangan Heritage. Sayangnya kurang maksimal lantaran kurang lampu penerang.

“Kayutangan jadi titik keramaian baru dan itu bisa memicu pelaku kejahatan beraksi karena di sana ada kesempatan,” ujar Bayu.

Pemkot Malang tak memungkiri harus ada jaminan kenyamanan dan keamanan terhadap setiap warga dan pengunjung di Kota Malang. Termasuk rasa aman bebas dari ancaman kejahatan di kawasan Kayutangan Heritage.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. 

2 dari 2 halaman

Kolaborasi Bersama

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, meminta organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Malang lebih mengoptimalkan lagi peran dan keterlibatan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kayutangan.

“Pokdarwis bisa diajak berkolaborasi bersama berbagai pihak termasuk berperan serta dalam menjaga keamanan kawasan,” ucap Sofyan Edi.

Selain itu, butuh pula kolaborasi bersama antara Satpol PP, TNI dan Polri guna peningkatan keamanan di sepanjang kawasan Kayutangan Heritage. Serta memperkuat alat deteksi kejadian kriminal, seperti menambah jumlah CCTV yang dipasang.

“Supaya masyarakat sekitar terlibat bersama dan pengunjung yang datang benar-benar merasa aman tanpa perlu khawatir ada kejahatan,” ujar Sofyan Edi.