Sukses

Wali Kota Malang Sutiaji Berangkat ke Tanah Suci Jadi Petugas Haji

Liputan6.com, Malang - Wali Kota MalangSutiaji, pergi ke tanah suci tahun ini sebagai Petugas Haji Daerah (PHD). Bila sesuai rencana, ia akan masuk dalam kloter 36 Jawa Timur yang akan berangkat pada 30 Juni 2022 mendatang.

Selain Sutiaji, Wali Kota Malang, di lingkungan Pemkot Malang ada 28 aparatur sipil Negara (ASN) termasuk di antaranya Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso berangkat haji pada tahun ini.

Namun 28 ASN itu masuk dalam 690 jemaah haji Kota Malang kloter 14, 15 dan 16 yang berangkat pada Minggu, 12 Juni dan Senin, 13 Juni ini. Sedangkan keberangkatan Sutiaji sebagai PHD diperkirakan pada 30 Juni mendatang.

“Inya Allah ketemu saya di sana. Saya meminta ke Kantor Kementerian Agama agak mundur jadwal keberangkatan saya,” kata Sutiaji saat pidato pelepasan jemaah haji di Lapangan Rampal.

Ia meminta Kantor Kementerian Agama (Kemenag) mengundur jadwal keberangkatannya di kloter akhir. Sebab untuk saat ini masih ada beberapa tugas kedinasan yang menuntut segara diselesaikan dalam waktu dekat.

“Keberangkatan saya masih menunggu petunjuk dari Kemenag, mungkin di akhir Juni,” kata Sutiaji usai pelepasan rombongan Jemaah haji.

Dalam minggu-minggu ini ia mengaku masih harus menyelesaikan beberapa program kerja. Seperti Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2021, menyusun APBD Perubahan 2022 serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Pemkot Malang 2023.

Ia menjamin meski 28 ASN termasuk Sekda Kota Malang dan dirinya berangkat haji tetap tidak akan mengganggu pelayanan publik. Ia telah mengajukan izin keluar, dengan tugas kedinasan bakal diganti sementara oleh Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko.

“Kalau untuk pelaksana harian tugas Sekda belum ada, nanti akan ditunjuk siapa orangnya,” ujarnya.

2 dari 2 halaman

Berangkat Bersama PHD Jawa Timur

Kepala Bagian Tata Usaha Kemenag Kota Malang, Sutrisno, mengaku tak tahu mekanisme penentuan PHD apakah lewat seleksi atau seperti apa. Sepengetahuannya, kuota PHD di Jawa Timur ada sebanyak 76 petugas.

“Kota Malang dapat dua kuota PHD, satu dari Dinas Kesehatan entah siapa yang berangkat dan satu lagi pak wali,” kata Sutrisno.

Menurutnya, jadwal keberangkatan haji Wali Kota Malang Sutiaji masih menunggu informasi lebih lanjut Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur. Kemungkinan masuk dalam kloter 35 atau kloter 36 dengan jadwal keberangkatan pada 30 Juni dan pulang ke Indonesia pada 10 Agustus.

“Kemungkinan masuk kloter terakhir, berangkat bersama dengan seluruh PHD dari Jawa Timur,” ujar Sutrisno.