Sukses

Panik PMK, Peternak Lumajang Jual Sapi dengan Harga Murah

Liputan6.com, Lumajang Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang terus meluas di Kabupaten Lumajang, membuat para peternak panik. Sehingga ada yang memutuskan  menjual ternak mereka dengan harga murah.

 Sebab  hingga saat ini wabah PMK tingkat penyebaranya tampak makin tidak terbendung.Data terkahir Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan  Kabupaten Lumajang, wabah PMK telah menyebar di 10 Kecamatan dari 21 kecamatan yang ada.

Sedangkan jumlah hewan ternak yang terpapar PMK mencapai 337 ekor dan kasus kematian hewan ternak mencapai 5 ekor.

Panik dengan kondisi wabah PMK ini, sejumlah peternak terpaksa memilih untuk menjual ternak mereka  yang sakit dengan konsekuensi harga murah.

Seperti yang dilakukan  Fitria Lestari Warga Desa Nguter, Kecamatan Pasirian  ini, terpaksa menjual satu  dari emapat ternaknya yang terinfeksi PMK

“Saya punya sapi 4 ekor, sakit semua jadi yang satu sama bapak terpaksa dijual,”ujar Fitria Senin (13/6/2022)

Pilihan menjual ternak  ini sengaja diambil karena takut sapi miliknya tiba- tiba mati seperti  milik tetangganya.

"Lakunya murah sekali, Sapi saya kalau sehat bisa laku Rp18 juta, tapi ini cuma laku Rp12 juta saja,”kata Fitria

Sementara itu, dalam beberap hari terkahir upaya memutus mata rantai penyebaran wabah PMK ini, petugas terkait telah melakukan penyempotan cairan disinfektan. Serta pemberian obat seadanya sambil menunggu  vaksin datang.

 Disamping itu, para peternak juga melakukan berbagai  upaya diantaranya melakukan karantina ternak,  pemberian ramuan  tradisional seperti kunyit, dan air kelapa muda dan dicampur dengan  telur . Itu saat ini dinilai cukup ampuh untuk menyembuhkan hewan ternak dari PMK.

2 dari 2 halaman

Tren Naik

Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mencatat sebanyak 3.000 ekor sapi di kabupaten setempat terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). Sebagian besar sapi yang terjangkit sudah dinyatakan sembuh.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan wabah PMK di derahnya memang mengalami tren kenaikan, namun dari hewan yang terjangkit sudah banyak yang sembuh.

"Meski mengalami peningkatan, kasus PMK pada hewan ternak di Lumajang menunjukkan tren yang membaik karena banyak yang sembuh," kata Thoriqul Haq di Lumajang, dilansir dari Antara, Selasa (7/6/2022).