Sukses

Operasi Pekat Polresta Banyuwangi Ungkap 125 Kasus Kriminal, Narkoba Terbanyak

Liputan6.com, Surabaya - Polresta Banyuwangi mengungkap 125 kasus kriminal selama Operasi Pekat Semeru 23 Mei hingga 3 Juni. 

Wakapolresta Banyuwangi AKBP Didik Harianto mengatakan, dari 125 kasus tersebut narkoba menjadi yang paling dominan yaitu mencapai mencapai 45 kasus. Disusul peredaran miras ilegal 35 kasus, perjudian 20 kasus, premanisme 17 kasus, pornografi 5 kasus dan prostitusi 1 kasus.

"Ada 132 tersangka yang diamankan diantaranya, 47 tersangka penyalahgunaan narkoba 37 tersangka pengedar miras ilegal, 24 tersangka perjudian, 18 tersangka premanisme, 5 tersangka pornografi dan 1 tersangka prostitusi," ujar AKBP Didik, di Mapolresta Banyuwangi, Senin (20/6/2022).

Semua tersangka saat ini sudah diamankan dan disangkakan dengan pasal sesuai dengan tindak kriminal yang dilakukan.

"Ini semua kasus yang berkaitan dengan penyakit masyarakat. Sementara untuk narkoba masih dalam pengembangan polisi masih berupaya mengungkap bandarnya," kata dia.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti, diantaranya 111 paket sabu dengan berat sekitar 47,61 gram, 2.864 pil trihexypenidyl, 2.773 liter arak Bali, 931 miras dari berbagai jenis merek, 30 liter arak lokal, uang tunai Rp 11,6 juta, 6 unit motor, 59 hp dan 249 jenis benda lainnya.

" Kita juga mengamankan barang bukti. Diantaranya ratusan paket sabu, dibuat pil terlarang, dan ribuan botol miras. Barang bukti ini kita sita untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut," Papar Didik.

2 dari 2 halaman

Lapor

Wakapolres menghimbau masyarakat Banyuwangi, untuk segera meparkan ke aparat kepolisian jika menjumpai kegiatan warga yang mencurigakan. Hal ini untuk ketertiban masyarakat.

" Kamu menghimbau kepada masyarakat agar segera melapor jika ada kegiatan warga yang mencurigakan. Hal ini untuk kebaiakan masyarakat sendiri. Keberhasilan ungkap kasus dalam operasi pekat ini juga berkat kerja sama polisi dengan masyarakat," pungkasnya.