Sukses

PJBS Klaim Punya Teknologi Listrik Anti Kedip, Apa Kelebihannya?

Liputan6.com, Surabaya - Direktur Utama PT Pembangkit Jawa Bali Services (PJBS) Teguh Widjajanto mengklaim pihaknya sudah mempunyai dan menguasai teknologi kelistrikan anti kedip.

Teguh mengaku, memang semua teknologi listrik anti kedip itu dari luar negeri, namun pihaknya saat ini sudah bisa mengoperasikan alatnya sendiri tanpa bantuan dari warga asing.

"Produksi alatnya kita mix karena tidak semua negara memiliki teknologi listrik anti kedip. Apalagi sekarang sudah ada e-commers jadi semuanya bisa kita cari di situ dan harganya juga lebih murah," ujarnya usai acara PowerXellence PJB Services Expo and Conference (PowerX) 2022 di Jalan Raya Juanda, Sidoarjo, Rabu (22/6/2022).

Teguh menceritakan, saat masa Covid-19 varian Delta, banyak rumah sakit yang membutuhkan oksigen dan listriknya tidak boleh kedip.

"Pada saat itu kita sudah lengkapi dengan alat teknologi listrik anti kedip supaya pasokan oksigen ke rumah sakit tercukupi," ucapnya.

"Kami mengirim peralatan khusus teknologi anti kedip untuk support mereka. Nama alatnya kalau di bahasa Indonesia kan teknologi listrik anti kedip," imbuh Teguh.

Selain itu, Teguh juga menjelaskan, acara PowerXellence PJB Services Expo and Conference (PowerX) 2022 ini diadakan untuk yang pertama kalinya. Pihaknya ingin membentuk iklim bisnis sinergi dan kolaborasi dengan mitra.

"Tujuannya PjBS dapat suplay change sparepart dan servis sehingga pelayanan listrik di negeri ini makin lebih baik," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Gandeng Banyak Mitra

Teguh mengatakan, listrik ini tidak boleh kedip makanya perlu perencanaan yang matang untuk semua resource yang diperlukan untuk pengoperasian khususnya di sisi pembangkit.

"Jadi kalau resource engginer dan toll kami ada, tapi sparepart di PLN ini pembangkitnya multi plan dan multi capacity," ucapnya.

Teguh menyampaikan, pihaknya terus menggandeng banyak mitra untuk bersama-sama membangun iklim bisnis supaya bisa memberikan pelayanan kelistrikan terbaik bagi negeri ini.

"Karena permintaan masyarakat makin hari makin tinggi apalagi industri yang minta listriknya anti kedip," ujarnya.

"Jadi kedip aja tidak bisa maka diperlukan teknologi terkini. Inilah forum bersama untuk menyelesaikan masalah yang ada di industri kelistrikan," tambah Teguh.