Sukses

Waspada, Kasus Covid-19 di Kota Malang Tren Meningkat

Liputan6.com, Malang - Kasus Covid-19 di Malang kota menunjukkan tren peningkatan dalam satu pekan terakhir ini. Seluruh masyarakat diimbau agar tetap patuh protokol kesehatan demi mencegah penyebaran penyakit agar tak kembali melonjak tajam.

Kasus Covid-19 di Malang kota sempat melandai. Berdasarkan data resmi yang rutin diumumkan Pemkot Malang, selama periode Mei sampai pekan kedua Juni 2022 rata-rata kasus aktif selalu di bawah 6 kasus setiap harinya.

Namun sejak satu pekan terakhir ini mulai terlihat ada gejala peningkatan kasus Covid-19. Pada 16 Juni lalu tercatat ada 8 kasus aktif. Lalu perlahan bertambah, pada 22 Juni ini telah terdata ada 12 kasus harian aktif.

“Iya ada tren peningkatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif dikonfirmasi tertulis di Malang.

Agar kasus tak kembali naik, seluruh masyarakat diimbau agar patuh dan menerapkan protokol 6 M. Yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas serta menghindari makan bersama.

“Selalu disiplin dan patuh menerapkan prokes 6M,” ucap Husnul.

Menurutnya, patuh prokes tetap jadi salah satu jurus ampuh bagi tiap individu agar tak tertular penyakit itu. Selain itu terus menggenjot capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Malang terutama untuk dosis ketiga atau booster.

2 dari 2 halaman

Capaian Vaksinasi

Sementara itu untuk capaian vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster di Kota Malang terbilang masih sangat rendah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, sampai dengan 22 Juni 2022 ini capaiannya hanya sebesar 41,31 persen saja.

Minat masyarakat untuk mendapatkan vaksin booster tampaknya mulai menurun seiring pelonggaran aturan. Padahal akses untuk mendapatkan vaksin sudah sangat mudah, tersedia di berbagai fasilitas kesehatan.

“Pelaksanaan vaksinasi mulai dari puskesmas, rumah sakit, klinik, gerai vaksin dan sentra vaksinasi,” ujar Husnul Muarif.

Sedangkan vaksinasi yang menyasar ke anak-anak, untuk dosis pertama sudah 98,89 persen dan ditarget dalam waktu dekat bisa mencapai 100 persen. Sementara untuk vaksin anak dosis kedua baru menyentuh 88,18 persen.