Sukses

Dampak PMK, Produksi Susu Sapi di Malang Turun Drastis

Liputan6.com, Malang - Produksi susu sapi di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, turun drastis sampai 50 persen dampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Tidak itu saja, setiap hari ada paling sedikit 5 ton susu segar yang dibuang karena tercemar antibiotik.

Sebelum wabah PMK di Malang datang menghantam, produksi susu segar di Ngantang, bisa sebanyak 104 ton per hari dari populasi 17.872 ekor sapi. Kini produksinya hanya bisa 47 ton sampai 51 ton per hari dan berpotensi terus berkurang termasuk jumlah sapi perahnya.

Ketua KUD Sumber Makmur Ngantang, Malang, Sugiono, mengatakan dari susu yang masih diproduksi setiap hari itu ada sedikitnya 5 ton yang terkontaminasi residu antibiotik lantaran hewan ternak dalam perawatan pencegahan penyakit PMK.

"Susu yang tercemar itu ya dibuang karena tak diterima masuk ke industri pengolahan susu," kata Sugiono dikonfirmasi di Malang.

Suntik antibiotik ke sapi perah dengan masa inkubasi selama sepekan itu sendiri diperlukan agar ternak tetap sehat tak tertular penyakit. Selama itu pula biasanya sapi tak diperah lantaran masih dalam pengaruh obat. Satu sisi, peternak harus tetap menyetor susu meski situasinya sulit.

KUD Sumber Makmur pun tetap membeli susu sapi dari mitra peternak dengan harga sama seperti sebelum wabah PMK di Malang muncul pertama kali. Yakni sebesar Rp 6 ribu per liter bagaimana kondisi susu sapi itu. Setelah itu dipilah dan harus membuang susu yang tercemar.

“Kalau kerugian kami ya dari jumlah susu yang dibuang setiap harinya itu, tinggal dikali harga belinya,” ucap Sugiono.

2 dari 2 halaman

Jamin Kualitas Susu

KUD Sumber Makmur Ngantang merupakan salah satu mitra sebuah korporasi raksasa susu. Kini setiap hari susu yang dikirim ke pabrik perusahaan itu di Pasuruan hanya bisa sebanyak 46 ton saja. Secara kuantitas, jauh menurun yang dikirim ke perusahaan tersebut.

Sugiono mengatakan, secara kuantitas atau jumlah yang dikirim ke mitra perusahaan memang ada penurunan. Meski begitu, ia menjamin kualitas susu tetap terjaga dengan standar mutu sudah sesuai ketentuan.

"Kuantitas produksi memang turun. Tapi yang diserap oleh mitra kami kan telah ditentukan kualitasnya, jadi ya tetap bagus," urai Sugiono.

Seperti diketahui, wabah PMK di Malang telah menyebabkan lebih dari 14 ribu ekor sapi sakit. Dari jumlah itu, lebih dari 8 ribu ekor di antaranya merupakan sapi peternak di Kecamatan Ngantang. Di kecamatan ini, dari sapi yang sakit itu sudah 250 ekor mati atau terpaksa dipotong.

Vaksin PMK sebanyak 500 dosis pun telah didistribusikan ke peternak di Ngantang pada Rabu, 23 Juni 2022 kemarin. Vaksinasi itu baru tahap pertama, dan baru menjangkau sedikit dari populasi sapi di Ngantang.