Sukses

Kakanwil Kemenkumham Jatim Curhat ke Khofifah, Lapas dan Rutan Overkapasitas

Liputan6.com, Surabaya - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Jatim Zaeroji mengungkapkan, overkapasitas sudah menjadi masalah yang kompleks. Sehingga, diperlukan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Termasuk pemda yang menjadi pelaksana unsur eksekutif di daerah.

“Kami berharap ada kolaborasi kinerja sehingga bisa meringankan dampak dari masalah overkapasitas,” ujarnya, saat bersilahturahmi dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (24/6/2022) malam.

Zaeroji juga menegaskan bahwa jajaran lapas dan rutan turut berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/ kota di Jatim. Terutama untuk menciptakan hunian yang lebih representatif. Salah satunya melalui relokasi lahan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan).

“Kami berencana melakukan relokasi lapas yang ada di tengah kota ke tempat yang lebih tenang dan luas di pinggiran kota agar pembinaan lebih optimal,” ucap Zaeroji.

Salah satu lapas yang direncanakan akan direlokasi adalah di Blitar. Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar dan Kanwil Kemenkumham Jatim berencana merelokasi Lapas Kelas IIB Blitar yang sudah kurang ideal. Lapas yang telah berdiri sejak 1881 (141 tahun) itu akan dipindah ke lahan hibah milik Pemkot Blitar di Kelurahan Sentul.

Bak gayung bersambut, harapan Zaeroji ini mendapatkan tanggapan positif dari Gubernur Khofifah. Orang nomor satu di Jatim itu berjanji akan memberikan atensi lebih kepada lapas/rutan.

2 dari 2 halaman

Bantu Ambulans

Salah satunya dengan berjanji memberikan bantuan ambulans untuk Rutan Surabaya di Medaeng. “Kami harap nanti bisa meningkatkan kualitas pelayanan tahanan di Rutan Surabaya,” ujar Khofifah.

Sementara itu, dari aspek keimigrasian, Khofifah berharap pelayanan keimigrasian terus meningkatkan pengawasan terhadap orang asing. Pasalnya, saat ini lalu lintas orang asing mulai aktif dan padat.

Khofifah berharap iklim investasi dan perekonomian di Jatim dapat meningkat seiring dibukanya penerbangan luar negeri. Namun, harus dibarengi dengan situasi sosial masyarakat yang stabil.

“Kami juga sangat mengapresiasi kinerja imigrasi dalam menyelesaikan administrasi dokumen peserta haji,” ucap. Khofifah.