Sukses

Diteror, Keluarga Korban Perkosaan Pengasuh Ponpes di Banyuwangi Minta Perlindungan LPSK

Liputan6.com, Banyuwangi Sejumlah teror dialami keluarga dan korban perkosaan oleh pengasuh pondok pesantren di Banyuwangi. Mereka diancam oleh orang tak dikenal melalui pesan singkat dan panggilan telepon.

Dalam isinya orang tak dikenal itu meminta keluarga korban untuk mencabut laporan kasus pencabulan dan pemerkosaan santri yang dilakukan FZ.

Salah seorang keluarga korban berinisial S, mengaku mendapatkan teror dari orang yang mengaku pengacara. Mereka mengintimidasi dan meminta keluarga memikirkan kembali pelaporan tersebut.

"Jadi mereka ini di japri satu per satu ditelepon lewat WA. Mereka diminta berpikir kembali pelaporan itu. Kalau pakai telepon WA kan tidak bisa direkam," kata dia, Kamis (30/6/2022).

Dia juga menyebut bila para korban dan santri yang masih di bawah umur itu dimasukkan ke Grup WhatsApp. Mereka pun juga diintimidasi agar mencabut pelaporan itu.

"Memang tidak langsung meminta. Tapi sedikit menakuti dengan nada halus. Kalimatnya begini, kalau nantinya pelaporan itu tidak terbukti nanti kiai akan melaporkan balik pencemaran nama baik. Akhirnya sebagian keluarga korban ini marah dan grup kemudian dibubarkan oleh orang yang ngaku pengacara itu," tambahnya.

S mengaku ada 2 orang yang mengaku pengacara dan menakut-nakuti keluarga korban. Dua orang itu silih berganti menelepon para korban secara japri maupun Whattsap grup.

"Sama keluarga korban langsung di tolak dan tidak mau komunikasi lagi," tambahnya.

Pihaknya berharap Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bertindak karena adanya kasus dugaan teror yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab.

"Kami harap komnas perempuan turun ataupun lembaga perlindungan korban dan saksi. Agar kasus ini segera terungkap dan tidak terjadi aksi teror seperti ini," pungkasnya. 

 

2 dari 2 halaman

Diduga Perkosa dan Cabuli 6 Santri

Perbuatan pengasuh pondok pesantren (ponpes) di Banyuwangi ini sungguh bejat. Bukannya mendidik santrinya dengan ilmu agama, ia justru mencabuli 6 santrinya. Kini, pria berinisial FZ tersebut telah dilaporkan ke polisi.

Laporan ini terkait dugaan pemerkosaan dan pencabulan santri di bawah umur. FZ merupakan pemilik sekaligus pimpinan salah satu ponpes di Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi. Total ada 6 keluarga korban yang telah melaporkannya.

Laporan dilakukan di Mapolresta Banyuwangi beberapa minggu lalu. Tak hanya perempuan, korban pengasuh ponpes bejat ini juga ada laki-laki. Enam korban itu terdiri dari lima perempuan dan satu laki-laki. Seluruh korban merupakan anak di bawah umur.