Sukses

Wabup Gus Firjaun Pimpin Pagar Nusa Jember, Pemilihan Diprotes PAC

Liputan6.com, Jember - Konferensi Cabang (Konfercab) Pagar Nusa Jember di Pondok Pesantren Asshiddiq Putra (Astra) Jember memunculkan nama Wakil Bupati Jember Muhammad Balya Firjaun Barlaman atau Gus Firjaun sebagai ketua organisasi pesilat NU tersebut.

Namun, konfercab lanjutan itu rupanya ditolak oleh sejumlah pengurus anak cabang (PAC) atau pengurus Pagar Nusa tingkat kecamatan. Mereka menyampaikan suara penolakan tersebut dengan mendatangi kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember.

“Kami menilai konfercab II itu banyak intrik yang melanggar prosedur organisasi. Kami menolak Pengurus Pusat dan Pengurus Wilayah Pagar Nusa Jatim melalui PC NU Jember,” ujar Ahmad Ulinnuh, perwakilan 8 PAC Pagar Nusa yang datang ke kantor PC NU Jember, Selasa (5/7/2022).

Konfercab II di Ponpes Astra itu merupakan kelanjutan dari Konfercab Pagar Nusa Jember pada 20 Februari 2022 di kantor PC NU Jember. Terdapat dua calon kandidat yang bersaing. Yakni petahana Fathorrosi dan penantangnya Gus Rohim. Hasil voting, kedua kandidat memperoleh hasil imbang sehingga tidak ada calon yang terpilih.

Kondisi ini membuat kepemimpinan Pagar Nusa Jember diambil alih oleh Pagar Nusa Jatim, disusul pembentukan kepengurusan sementara (caretaker) Pagar Nusa Jember.

Selanjutnya, pada Minggu (3/72022) digelar kembali Konfercab Pagar Nusa Jember di Pondok Pesantren Asshiddiq Putra (Astra) Jember. Namun, di Konfercab tersebut, banyak PAC pendukung kubu Gus Rohim yang tidak diundang.

“Konfercab di Ponpes Astra hanya melibatkan segelintir pengurus PAC saja. Sedangkan yang lain termasuk kami, diundang secara mendadak,” papar Ahmad Ulinnuha dari PAC Pagar Nusa Kecamatan Ajung.

 

2 dari 2 halaman

Respons PCNU Jember

Aspirasi penolakan hasil konfercab diterima oleh Wakil Ketua PCNU Jember Akhmad Taufiq. “Posisi kami hanya menerima aspirasi sahabat-sahabat pendekar Pagar Nusa untuk kemudian disampaikan kepada Pengurus Pusat dan PW Pagar Nusa Jatim,” papar Taufiq.

Dalam struktur organisasi di NU, Pagar Nusa merupakan organisasi badan otonom seperti halnya Ansor dan Muslimat. Sehingga garis koordinasinya mengikuti kepengurusan di atasnya, bukan pada pengurus NU di daerah.

Diakui Taufiq, Konfercab di Astra, PC NU Jember juga mendapat undangan untuk hadir. Namun memilih tidak hadir karena menilai ada beberapa kesalahan prosedur.

“Setelah kami cek, SK Caretaker sampai 2 Juli 2022 kemarin itu, juga belum ada. Kami memang menghargai Pagar Nusa itu sebagai organisasi yang otonom. Tetapi memang ada beberapa hal administratif yang belum dipenuhi. Silakan, mestinya itu dituntaskan lebih dulu. Ini terkait etika organisasi,” papar pria yang juga dosen di Universitas Jember (Unej) ini.

Sebagai informasi, selain menjadi Wakil Bupati Jember, Gus Firjaun juga merupakan Mustasyar (penasehat) PCNU Jember. Terkait kemungkinan rangkap jabatan organisasi di tubuh NU Jember itu, Taufiq enggan berkomentar.

“Pada dasarnya kami tidak mempermasalahkan siapa yang akan dipilih. Siapapun bisa dipilih menjadi pimpinan Pagar Nusa sekalipun bukan kader atau pendekar. Kami menghormati aturan organisasi mereka. Tetapi ini hanya terkait tertib organisasi saja,” pungkasnya.