Sukses

Kiai di Jombang Janji Antar Anaknya yang DPO Pencabulan Santri ke Polda Jatim

Liputan6.com, Jombang - Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto menyampaikan, mulai pagi hingga siang ini, pihaknya bersama anggota Polres Jombang telah mangamankan 60 orang yang merupakan sukarelawan tersangka pencabulan santri, MSAT, anak kiai di ponpes Shiddiqiyah Ploso Jombang.

"Total sudah ada 60 orang sukarelawan diamankan. Saat ini masih dilakukan pendataan dan pemburuan tersangka MSAT," ujarnya, Kamis (7/7/2022).

Dikonfirmasi mengenai video yang beredar, satu orang diamankan polisi, Kombes Dirmanto mengatakan bahwa orang dalam video itu merupakan pengemudi mobil panther berinisial DD.

"DD merupakan pengemudi mobil panther yang menabrak polisi saat melakukan pengejaran pada Minggu kemarin," ucapnya.

Disinggung mengenai video yang memperlihatkan sang kiai pengasuh ponpes Shiddiqiyah berjanji akan menyerakan secara langsung anaknya ke Polda Jatim, Kombes Dirmanto menjawab, pihaknya sampai saaat ini masih mencari tersangka MSAT.

"Kami masih fokus melakukan mencari, menemukan dan menangkap tersangka MSAT," ujarnya.

Ditanya apakah ada anggota kepolisian yang mengalami luka dalam proses upaya jemput paksa tersangka MSAT ini, Kombes Dirmanto mengaku tidak ada anggotanya yang mengalami luka-luka.

2 dari 2 halaman

Profesional

Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo mengungkapkan, pihaknya memastikan proses penegakkan hukum terhadap tersangka yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) berinisial MSAT (41), anak kiai di Jombang, tetap dilakukan secara profesional.

Hingga kini, lanjut Brigjen Slamet, pihak penyidik dari jajaran Subdit III Jatanras dan Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, masih terus melakukan upaya penangkapan terhadap putra tokoh agama di Ploso, Jombang itu.

"Sebenarnya gak ada masalah. Kita lagi berjuang menegakkan hukum. Polisi pun ingin melaksanakan tugas secara profesional," ujar mantan Karobinopsnal Baharkam Polri ini di depan Gedung Tenis Mapolda Jatim, Rabu (6/7/2022).

Dikonfirmasi mengenai kendala-kendala yang dihadapi penyidik hingga membuat penegakkan hukum terhadap MSAT terkesan lamban, Brigjen Slamet menjawab bahwa dalam waktu dekat, setelah proses tindak lanjut penegakkan hukum terhadap MSAT, telah menunjukkan hasil yang signifikan.

"(Soal kendala) nanti kami akan sampaikan di lapangan," ucap mantan Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung ini.