Sukses

Banyak Kendaraan Baru Tak Lulus Uji Emisi di Kota Madiun, Apa Sebabnya?

Liputan6.com, Madiun - Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, menggelar uji emisi gratis bagi kendaraan bermotor roda dua. Dalam uji emisi itu, tidak sedikit kendara baru yang tidak lulus dalam uji tersebut.

Uji emisi kendaraan bermotor roda dua Pemkot Madiun itu dilakukan guna memberikan dampak yang baik bagi lingkungan maupun kinerja dari mesin kendaraan itu sendiri.

Sub Koordinator Pengendali Dampak Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Madiun Eko Djoko Soenarso mengatakan uji emisi tersebut digelar secara gratis untuk menarik minat masyarakat Kota Madiun dalam melakukan uji emisi kendaraannya secara rutin.

"Ini sebagai upaya penarik masyarakat agar tertarik melakukan uji emisi. Bahkan kita juga memberikan hadiah tempat minum dan juga makanan ringan secara acak untuk merangsang warga mengikuti uji emisi," ujar Eko Djoko di Madiun, dilansir dari Antara, Rabu (3/8/2022).

Menurut ia, uji emisi gratis akan dilakukan di kantor-kantor kelurahan di Kota Madiun. Untuk tahap pertama, uji emisi tersebut dilakukan di Kantor Kelurahan Kejuron.

Eko menyebut ada seribu lebih hadiah tempat minum yang disiapkan dalam kegiatan tersebut secara total. Di tiap titik uji emisi setidaknya dia membawa 50 hadiah yang dibagikan.

Ia menambahkan, kendaraan yang tak lulus uji emisi, bukan berarti kendaraan lama. Bahkan, tidak sedikit kendaraan tahun baru yang juga tak lulus uji emisi.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. 

 

2 dari 2 halaman

Perawatan Berkala

Hal itu salah satunya, karena motor memang waktunya untuk dilakukan perawatan rutin atau ada setelan yang kurang pas.

"Banyak kendaraan tahun baru yang tidak lulus uji. Karenanya kita perlu melakukan uji emisi secara berkala untuk mengetahui kondisi kendaraan kita," katanya.

Sesuai data, ada sebanyak 45 warga kelurahan setempat yang mengikuti uji emisi gratis tersebut. Dari jumlah 45 kendaraan tersebut, sebanyak 12 kendaraan di antaranya dinyatakan tidak lulus uji emisi.