Sukses

Buntut Rusuh Pembakaran Rumah Warga di Silo, Polisi Jaga Perbatasan Jember-Banyuwangi

Liputan6.com, Banyuwangi - Sekelompok orang tidak dikenal (OTK) menyerang Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Jember. Mereka datang mengendarai motor dan mengenakan penutup wajah. Rumah-rumah dan sejumlah kendaraan warga dibakar. Teror tersebut diduga melibatkan warga Banyuwangi

Berdasarkan informasi, aksi itu  diduga buntut kasus penganiayaan terhadap warga Kecamatan  Kalibaru, Banyuwangi. Aksi serangan dan pembakaran itu  disebut menjadi ajang balas dendam warga Kecamatan Kalibaru.

Kapolsek Kalibaru AKP Abdul Jabar mengatakan, sejauh ini tidak ada penyekatan di perbatasan antara Kabupaten Jember- Banyuwangi. Polisi melakukan patrol seperti biasa.

AKP Abdul Jabar menegaskan, kejadian pembakaran rumah warga masuk wilayah Polsek Silo. Polres Banyuwangi hanya melakukan pengamanan wilayah. Tetapi sewaktu-waktu siap membantu jika dibutuhkan Polres Jember.

"Sejauh ini belum ada permintaan atau perintah back up atau bantuan dari Polsek Silo maupun Polres Jember," Terang AKP Abdul Jabar, Jumat (5/8/2022).

Memang informasi yang diterima dari Polsek Silo, kejadian ini diduga melibatkan warga asal Banyuwangi. Hanya saja hingga saat ini polisi belum bisa memastikan identitas para pelaku.

2 dari 2 halaman

Siap Bantu

"Itu kan kewenangan Polsek Silo dan Buser Polres Jember. Kami siap membantu jika dibutuhkan. Wilayah perbatasan kami gelar patrol seperti biasa," ujarnya.

Sebelumnya warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Jember mendapatkan teror dari orang tidak dikenal. Setidaknya rumah, mobil dan sepeda motor milik warga setempat dibakar.

Atas peristiwa itu setidaknya ada 7 rumah 2 mobil dan 5 sepeda motor milik warga dirusak dan dibakar.