Sukses

Pentingnya Penguatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jatim, Begini Alasannya

Liputan6.com, Surabaya - Kalaksa BPBD Jawa Timur Budi Santoso menyampaikan perlunya penguatan kelembagaan bagi bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) yang saat ini kegiatannya hanya berkutat pada penyusunan Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) dan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) saja.

"Dengan adanya rakor ini akan terpetakan tantangan dan peluang dalam memahami, mengembangkan program, dan penguatan kelembagaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di tingkat Provinsi dan kabupaten maupun kota se-Jatim, termasuk terkait regulasi dalam Kepmendagri Nomor 050-5889 tahun 2021," ujarnya usai rakor penguatan kelembagaan RR pasca bencana Provinsi Jatim, Jumat (5/8/2022).

Budi menjelaskan, peta permasalahan itulah yang nantinya akan dikonsultasikan dengan narasumber dari Kemendagri dan BNPB, sehingga terbuka peluang revisi atas tupoksi bidang RR di level provinsi dan kabupaten/ kota.

"Rakor penguatan kelembagaan bidang RR BPBD Provinsi Jatim ini juga diikuti oleh BPBD di luar Provinsi Jawa Timur dikarenakan kesamaan kondisi dimana Kepmendagri 050 tahun 2021, membatasi ruang gerak RR dalam mempercepat pemulihan pasca bencana dan pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana," ucapnya.

Sementara, hasil perumusan masalah dan kesepakatan ini selanjutnya menjadi usulan yang mewakili BPBD Provinsi Jatim dan BPBD kabupaten/kota se-Jatim kepada Kemendagri.

"Tujuannya, agar memberikan kebijakan lebih luas kepada BPBD pada sisi Penanganan Pasca Bencana," ujar pria yang juga pernah menjabat sebagai Kasat Pol PP Provinsi Jatim ini.

2 dari 2 halaman

Dihadiri Perwakilan BPBD Provinsi se-Indonesia.

Diketahui, para peserta rakor ini adalah Kalaksa BPBD kabupaten/ kota, dan juga diikuti perwakilan BPBD Provinsi se-Indonesia.

Acara ini juga dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Satriyo Nurseno. Tampak juga, Sekretaris BPBD Jatim Suharlina Kusuma Wardani, Kabid PK Andhika N. Sudigda, Kabid KL Sriyono dan Tenaga Ahli BPBD Jatim, Suban Wahyudiono.

Selain itu, hadir pula Koordinator Program SIAP SIAGA Ancilla Bere dan perwakilan Kemendagri dan BNPB sebagai pemateri.