Sukses

4 Misteri Watu Dodol Banyuwangi yang Bikin Merinding

Liputan6.com, Banyuwangi - Cerita misteri Watu Dodol sudah melegenda di Banyuwangi. Watu Dodol berada tepat pada jalur utama Situbondo- Banyuwangi. Nama Watu Dodol sendiri diambil dari sebongkah batu yang ada di tengah jalan raya Situbondo- Banyuwangi.

Batu tersebut menjulang setinggi 10 meter dengan permukaan batu keras. Keberadaan batu ini memiliki banyak versi cerita, salah satunya yaitu legenda Ki Buyut Jaksa yang menjadi cikal bakal tradisi Puter Kayun.

Batu yang telah ada sejak jaman penjajahan Belanda tersebut dianggap sakral oleh warga sekitar, Karena banyak peristiwa mistis dan janggal terjadi. Mulai dari pembongkaran pertama Ketika jalur Merak- Banyuwangi di buat pada era Belanda yang banyak menelan korban jiwa.

Berikut 4 kisa mistis Watu Dodol yang populer:

1. Patung Gandurung

Banyak saksi mata yang sering melihat bahwa patung penari gandrung yang berada di atas Pantai Watu Dodol ini terkadang bisa bergerak dan menari dengan sendirinya. Banyak orang yang melawati jalur tersebut melihat wajah patung gandrung yang ekspresinya berubah-ubah.

“Memang kelihatannya terkadang kayak bisa bergerak gitu. Kalau sambal berkendara dilihat dari arah utara Watu dodol itu kayak bisa menari. Tapi kalau menurut saya kemungkinan besar itu efek cahaya. Jadi keliahatnya kayak bisa bergerak dan menari,”kata Salah satu warga Keluharan Bakungan, Banyuwangi Akbar Wiyana Selasa (9/8/2022).

Keangkeran yang menyelimuti patung Gandrung tersebut pernah diulas dalam  beragam acara TV dan banyak paranormal yang menyatakan bahwa patung tersebut memang memiliki roh gaib.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Batu Besar

2. Batu Besar

Batu besar di tengah jalan raya inilah yang disebut Watu Dodol. Telah banyak upaya dilakukan untuk memindahkan Watu Dodol mulai dari memecah, hingga menariknya dengan kapal namun tidak ada satupun yang berhasil. Bahkan kapal yang berupaya menarik Watu Dodol terbelah menjadi dua.

Hal inilah yang menyebabkan warga percaya bahwa batu ini dijaga  oleh sosok- sosok ghaib, karena batu ini merupakan suatu pintu gerbang dari kerajaan yang sering dilalui oleh mahluk astral utusan Ratu Pantai Selatan.

“Cerita dulunya  batu di tengah jalan itu tidak bisa dipindahkan bahkan berbagai macam  cara dilakukan  untuk memindahkan batu itu. Tapi tidak berhasil . mulai dengan cara memecah hingga menariknya dengan kapal tidak mempan,” kata Pemerhati sejarah Banyuwangi Yeti Chotimah

Anehnya banyak orang mempercayai bahwa batu itu sebelumnya ada di pinggir pantai. Namun tiba- tiba saja berpindah di tengah jalan pada suatu malam. Bentuknya yang besar dan batu ini hanya  berdiri dengan dasar batu yang ukuranya lebih kecil, seolah-olah melayang.

Jika dibayangkan menggunakan logika sangat tidak masuk akal batu ini bisa berdiri kokoh. Selain itu di atas batu tersebut juga tumbuh satu batang tanaman di dinding batu.

3. Bungker Peninggalan Jepang

Bungker peninggalan  Jepang yang berada di atas bukit Watu Ddodol ini, dulunya difungsikan  sebagai benteng pertahanan tantara Jepang pada masa perang dunia ke -II. Kini bungker  peninggalan  Jepang sering digunakan  oleh petapa untuk melakukan ritual tapa dan berdoa menuju  dimensi nghaib, bahkan seseorang bisa bertapa hingga bertahun-tahun.

“Kalau Goa Jepang itu memang dulunya digunakan benteng pertahanan pada erang dunia ke-II. Tapi setelah era kemerdekaan sudah tidak digunakan lagi,”tambah Yeti

Jika memasuki bungker ini maka ada beberapa bagian Lorong yang saling terhubung, Namun kini Sebagian sudah buntu dan tertutup. Bungker tersebut diyakini bisa menembus hingga ke wilayah Alas Purwo hingga pantai selatan

3 dari 3 halaman

Sumur Air Tawar

4. Sumur Air Tawar

Di kawasan Pantai Watu Dodol  jika turun ke area laut di bawah Patung Gandrung. Ada sebuah keajaiban. Aneh tapi nyata di Watu Dodol terdapat sumber air tawar. Ketika air pasang, air laut bisa masuk ke dalam sumber air ini, namun airnya tetap tidak asin.

Air tawar yang keluar dari bebatuan itu konon diyakini khasiatnya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, sehingga oleh penduduk sekitar dibuat pembatas  dari batu dan dibangun seperti sumur.

“Kalau sumber air tawar di utara patung gandrung itu memang sering sekali digunakan untuk upacara keagamaan terutama bagi umat hindu ya. Biasanya menjelang nyepi upacar malasti sering dilakukan di sumber itu dan airnya diambil dari air sumber itu,”pungkas Yeti.

 

 

 

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS