Sukses

Jember Punya Tim Penggerak Pesepeda, Apa Tugasnya?

 

Liputan6.com, Jember - Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Jember Hendro Sulistiyono mengukuhkan penggerak pesepeda di depan Kantor Pemkab Jember.

Pengukuhan penggerak pesepeda ini merupakan upaya Pemkab Jember mengajak masyarakat menjaga kesehatan.

Hendro menyampaikan, penyebab terbesar kematian pada manusia adalah penyakit jantung.

“Apa itu penyebab penyakit jantung, karena masyarakat yang semakin modern semakin malas untuk bergerak, banyaknya fasilitas yang memudahkan kehidupan kita justru semakin membuat kita semakin malas menggerakkan diri atau badan kita, sejatinya untuk menjaga agar jantung sehat cukup berolahraga 45 menit perhari,” ungkap Hendro, Selasa (13/9/2022).

Dia mendorong seluruh pejabat di Pemkab Jember dan masyarakat Jember untuk senantiasa membudayakan bersepeda ini.

“Mari kita paksa diri kita sendiri untuk bergerak, berolahraga sehingga kita semua sehat, kalau sudah sehat maka aktivitas sehari-hari kita bisa lancar karena badan kita sehat, bagi pejabat pemerintah yang tugas utamanya melayani masyarakat maka dapat memberikan pelayanan lebih optimal lagi,” ajaknya.

Manfaat lainnya dari membiasakan diri dengan bersepeda dalam beraktivitas sehari-hari maka membantu gerakan hemat energi, hemat BBM juga dan tentunya hemat pengeluaran.

“Dengan bersepeda pula akan mengurangi emisi dan membuat langit semakin biru lagi," ujarnya.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

10 Langkah Kendalikan Inflasi

Sebelumnya, Bupati Jember Hendy Siswanto memaparkan 10 langkah untuk pengedalian inflasi di Kabupaten Jember, akibat kenaikan harga BBM. Dari 10 langkah itu, satu diantarnya yaitu menghemat energi.

Gerakan hemat energi itu antar lain bersepeda ke tempat kerja, minimal sekali dalam lima hari kerja. Selain itu juga tidak borol dalam pemakaian listrik kantor.

Kegiatan bersepeda ke kantor itu dituangkan dalam surat edaran. Kegiatan bersepeda ke kantor dilakukan setiap hari Selasa. Selain itu, juga ada pengukuhan penggerak pesepeda tersebut.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.