Sukses

Polisi Ungkap Pupuk Palsu di Magetan, 3 Tersangka Masuk Penjara

Liputan6.com, Magetan - Polres Magetan mengungkap peredaran pupuk palsu jenis NPP Phonskha. Mereka mengamankan tiga pelaku yang langsung dimasukan ke dalam penjara.

Mereka adalah SR (36) warga Desa Selotinatah Kecamatan Ngariboyo Magetan. MZ(39) dan UHS (51) warga Sumbertanggul Kecamatan Mojosari Mojokerto.

"Modus operandinya adalah para pelaku ini mendatangkan pupuk palsu dari Mojokerto, kemudian dikemas lagi menyerupai pupuk asli jenis Phonskha," ujar Kapolres Magetan AKBP Muhammad Ridwan, Kamis (15/9/2022).

"Awalnya dari karung polos kemudian dipindahkan pada karung pupuk Phonskha biar nampak benar asli. Setelah itu baru diedarkan atau dijual di Magetan dengan harga persak Rp 160 ribu," imbuh AKBP Ridwan.

Berdasarkan laporan warga, kata AKBP Ridwan, para pelaku penjual pupuk palsu ini berhasil ditangkap di jalan persawahan di Desa Ngrini, Kecamatan Ngariboyo, pada saat hendak menjual pupuknya kepada para petani.

"Kita tangkap pada saat beraksi. Pelaku ini menjual pupuk palsunya kepada para petani langsung di sawah-sawah. Berkat laporan warga akhirnya berhasil kita tangkap di Ngrini," ujarnya.

Kemudian hasil pemeriksaan dan uji lab dari UGM, diketahui pupuk yang mereka jual jenis NPK Phonskha tidak ada kandungan NPK nya. Pupuk yang sebelumya mereka beli dari Mojokerto tersebut dinyatakan palsu dari uji lap. "Jelas perbuatan ini merugikan petani," ucap AKBP Ridwan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Jerat Pidana

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,ketiga pelaku dijerat dengan pasal berlapis yaitu pasal 62 ayat 1 UU RI nomer 8 tahun 1999 tentang perlidungan konsumen jo pasal 53 KUHP.

Dan Pasal 122 UU RI momer 22 tahun 2019 tentang sistem budi daya pertanian berkelanjutan dan pasal 113 UU RI nomer 7 tahun 2014 tentang perdagangan. "Acaman hukumanya penjara paling lama lima tahun dan denda hingga dua miliar," ujar AKBP Ridwan.

Selain tiga orang tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa pupuk NPK Phonska palsu 50 sak atau 2,5 ton, satu kendaraan pengangkut jenis pikap dan mesin jahit karung serta puluhan karung bekas.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.