Sukses

Mahasiswa Unej Beber Cara Buat Pewarna Alami Batang Tembakau ke Pengrajin Batik

Liputan6.com, Jember - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) International Association of Students in Agricultural and Related Sciences (IAAS) Universitas Jember (Unej) mengenalkan pewarna alami berbahan batang tembakau kepada pengrajin batik di Desa Sumberpakem Jember.

Kegiatan yang ditujukan kepada para perempuan pengrajin batik yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Raung Lestari ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan penanganan limbah pasca panen berupa batang tembakau sebagai produk sampingan.

"Kami melihat Desa Sumberpakem adalah penghasil tembakau selain warganya memiliki usaha batik khas Sumberjambe. Selama ini pewarna batik yang digunakan adalah pewarna sintetis berbahan kimia, padahal batang tembakau bisa digunakan sebagai pewarna alami untuk menghasilkan warna coklat," ujar ketua program Anisa Hakim, Rabu (21/9/2022).

Kata dia, pemakaian batang tembakau sebagai pewarna alami akan meningkatkan harga batik sekaligus mengurangi limbah batang tembakau saat panen.

Anisa lantas menjelaskan cara pembuatan bahan pewarna alami dari batang tembakau. Pertama, batang tembakau dicacah dengan mesin pencacah, dilanjutkan dengan merendamnya dengan larutan cuka untuk menghasilkan bahan pewarna coklat alami yang pekat.

"Campuran tadi kemudian dijemur hingga kering dan digiling menjadi bubuk. Jika pengrajin membutuhkan pewarna coklat, maka cukup mencampurkan bubuk tadi dengan air mendidih dan mencelupkan batiknya beberapa saat sesuai kebutuhan,”tambahnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Alami

Selain memberikan pelatihan pembuatan pewarna alami kepada anggota KWT Raung Lesatri, Anisa dan belasan kawannya memberikan pelatihan pencitraan merek dan pemasaran.

“Harapan kami pengrajin batik yang bergabung di KWT Raung Lesatri secara bertahap akan mengurangi pemakaian pewarna sintetis yang berpotensi merusak lingkungan. Digantikan dengan pewarna alami berbasis potensi Desa Sumberpakem," pungkasnya.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS