Sukses

Seribu Lilin Duka Komunitas Pecinta Bola Situbondo Kenang Korban Tragedi Kanjuruhan

Liputan6.com, Situbondo Ratusan komunitas pecinta sepak bola dan berbagai elemen suporter di Kabupaten Situbondo menggelar salat gaib dan doa bersama untuk mendoakan korban tragedi Kanjuruhan Malang di depan Graha Amukti Praja Pendopo Aryo Situbondo.

Ketua komunitas Pecinta Sepak Bola Situbondo Tanu menyatakan, bela sungkawa mendalam kepada korban meninggal akibat tragedi Kanjuruhan.

“Semoga amal ibadah almarhum diterima dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Selain itu Kami juga meminta keadilan, agar kejadian tersebut diusut tuntas setuntas tuntasnya," tegas Tanu, Rabu (5/10/2022) malam.

Kapolres Situbondo AKBP Andi Sinjaya menyatakan, salat gaib dan doa bersama sebagai bentuk empati dan kepedulian kemanusiaan untuk mendoakan korban yang meninggal saat insiden di Kanjuruhan Malang.

Untuk korban yang masih ada di rumah sakit, pihaknya mendoakan agar lekas sembuh dan keluarga yang ditinggalkan bisa memiliki ketabahan dan keikhlasan.

Kepolisian khususnya Polres Situbondo sangat berduka atas kejadian tersebut, kejadian ini menjadi pelajaran dan menjadi evaluasi ke depan agar bisa melayani masyarakat lebih baik lagi.

"Semoga Allah SWT meridhoi setiap apa yang kita lakukan, dan semoga saudara Kita yang meninggal ibadahnya diterima oleh Allah SWT “ ucap AKBP  Andi Sinjaya.

Usai salat gaib dan sambutan dilanjutkan Tahlil dan Doa Bersama dipimpin KH Abdul Hadi Khozin kemudian menyalakan 1.000 lilin duka.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Jokowi Perintahkan Usut Tuntas

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta agar tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang harus diusut tuntas, tanpa ada ditutup-tutupi. Dia menegaskan pihak yang terbukti bersalah dalam tragedi ini harus diberi sanksi dan dipidanakan.

"Ya, kenapa dibentuk tim pencari fakta independen karena ingin kita usut tuntas, tidak ada yang ditutup-tutupi, yang salah juga diberikan sanksi, kalau masuk pidana juga sama," kata Jokowi usai menjenguk korban tragedi Kanjuruhan di RSUD dr. Saiful Anwar Kota Malang Jawa Timur, Rabu (5/10/2022).

Dia mengatakan telah meminta Menko Polhukam Mahfud Md selaku Ketum Tim Gabungan Indenpenden Pencari Fakta, untuk secepat-cepatnya mengungkap tragedi Kanjuruhan. Terlebih, semua bukti sudah terlihat.

"Kan sudah disampaikan oleh Menko polhukam. Beliau minta satu bulan, tapi saya minta secepat-cepatnya, karena ini barangnya kelihatan semua kok, secepat-cepatnya," jelasnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.