Sukses

VIDEO: Kemunculan Buaya di Sungai Bengawan Solo Tak Ganggu Warga Desa Konang Lamongan

Liputan6.com, Jakarta - Kemunculan buaya di aliran sungai Bengawan Solo seperti ini ditunggu warga. Meski hanya sekejap, cukup menuntaskan rasa ingin tahu warga di Desa Konang, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan ini. Warga yang datang dan menunggu kemunculan buaya tak hanya warga desa setempat.

Buaya ini diketahui berasal dari muara Ujung Pangkah yang mengikuti arus sungai, hingga sampai ke Desa Konang, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan. Diduga air sungai Bengawan Solo yang agak asin, membuat buaya memilih menetap.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, yang datang untuk membuktikan kemunculan buaya, mengimbau warga untuk tidak mengusik keberadaan buaya. Lantaran, buaya muara mampu melompat keluar dari dalam air untuk menyerang mangsanya.

Muslimin, Petugas BPBD Lamongan mengimbau kepada masyarakat agar waspada, berkaitan dengan munculnya beberapa buaya. Akan tetapi, pihaknya juga mengimbau, agar jangan mengganggu keberadaan buaya di Bengawan Solo ini. Berikut seperti diberitakan program Fokus, 6 Oktober 2019.

Hilal, seorang warga setempat, mengaku beberapa kali melihat empat ekor buaya muncul, buaya-buaya tersebut kerap tampak tidur dibantaran sungai di malam hari. Buaya muara ini, tidak akan menyerang warga bila tidak diganggu,

Buaya Muara memiliki ukuran lebih besar dibanding buaya air tawar. Khususnya pada rahang dan ukuran gigi. Buaya yang muncul di sungai Bengawan Solo ini, termasuk anakan buaya, sebab ukuran buaya muara dewasa bisa mencapai 12 meter. Kini warga yang hendak mencari ikan di sungai, memilih pindah tempat yang jauh dari keberadaan buaya.