Sukses

Top 3 Surabaya: Tiba-Tiba, Risma Menangis dan Bersujud di Depan Dokter

Liputan6.com, Jakarta - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) kembali melakukan aksi spontan menangis sambil bersujud di Balai Kota Surabaya, Senin, 29 Juni 2020.

Aksi yang menyita perhatian banyak orang tersebut terjadi pada saat acara audiensi dengan para dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya dan Jawa Timur.

Dalam audiensi tersebut Risma mendengarkan berbagai keluhan dari para dokter dan para pimpinan rumah sakit rujukan di Surabaya, terkait penanganan kesehatan COVID-19. Artikel Wali Kota Risma bersujud sambil menangis di hadapan dokter menyita perhatian pembaca di Surabaya.

Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Surabaya? Berikut sejumlah artikel terpopuler yang dirangkum pada Selasa, (30/6/2020):

1.Wali Kota Risma Sujud Sambil Menangis di Balai Kota Surabaya, Ada Apa?

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) kembali melakukan aksi spontan menangis sambil bersujud di Balai Kota Surabaya, Senin, 29 Juni 2020.

Aksi yang menyita perhatian banyak orang tersebut terjadi pada saat acara audiensi dengan para dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya dan Jawa Timur.

Dalam audiensi tersebut Risma mendengarkan berbagai keluhan dari para dokter dan para pimpinan rumah sakit rujukan di Surabaya, terkait penanganan kesehatan COVID-19.

Berita selengkapnya baca di sini

2.Penelusuran 4 Tahun Mengungkap Misteri Nama Kecamatan Glenmore Banyuwangi

Setiap daerah pasti punya cerita. Apalagi kalau namanya tidak biasa seperti Glenmore, sebuah kecamatan di Banyuwangi, Jawa Timur. Berada di Pulau Jawa, kecamatan yang satu ini memakai nama asing.

"Banyak yang mengira asalnya dari bahasa Inggris atau Belanda,” kata M. Iqbal Fardian, penyusun buku Glenmore Sepetak Eropa di Tanah Jawa.Bahkan ada juga yang menduga berasal dari bahasa Arab, yakni qolilul murri (sedikit pahit).

Bisa jadi ini dikisahkankan pada nama Maluku yang terambil dari bahasa Arab, jaziratul muluk (pulau para raja).

Berita selengkapnya baca di sini

3. Update Corona COVID-19 di Jatim 28 Juni 2020: Pasien Meninggal Capai 831 Orang

Jumlah pasien Corona COVID-19 yang meninggal di Jawa Timur (Jatim) selama empat hari secara berturut-turut mulai 25 Juni 2020 hingga 28 Juni 2020 masih yang paling terbanyak secara nasional, Minggu, 28 Juni 2020.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) jumlah pasien meninggal Corona COVID-19 di Jatim, dari 813 orang pada 27 Juni 2020, sekarang menjadi 831 orang.

Sedangkan DKI Jakarta, dari 624 orang kini menjadi 625 orang. Namun, berdasarkan data dari Dinas Kominfo Jatim, ada penambahan 32 pasien meninggal dunia karena Corona COVID-19, sehingga total dari 834 orang pada 27 Juni 2020 menjadi 866 orang pada Minggu, 28 Juni 2020.

Berita selengkapnya baca di sini

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini