Sukses

VIDEO: 26 Pemudik dari Pekanbaru Diturunkan Awak Bus di Jalan Tol

Liputan6.com, Jakarta - Inilah 26 penumpang bus dari Pekanbaru, Riau tujuan Surabaya yang terlantar di Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, Minggu siang.

Sebagai antisipasi penyebaran virus corona baru (Sars-CoV-2) yang sebabkan COVID-19, Satgas Covid-19 desa setempat kemudian menyemprotkan disinfektan kepada seluruh penumpang yang rata-rata masih muda ini. Berikut seperti dilansir pada Liputan6, 25 Mei 2020.

Setelah disemprot, polisi kemudian membawa mereka menggunakan mobil patroli ke pos Sidowayah untuk melanjutkan perjalanannya menuju Surabaya. Mereka menyewa bus dengan membayar Rp 42 juta untuk membawa mereka dari Pekanbaru, Riau menuju Surabaya.

Namun, sesampainya di pos pantau larangan mudik, tepatnya di exit tol Ngawi, bus dihentikan petugas, karena tidak bisa menunjukkan surat izin dari Kementerian Perhubungan Darat, bus diminta kembali ke daerah asal. Namun sesampai di overpas Desa Jenggrik, yang jaraknya sekitar 5 Kilometer dari Pos Pantau, awak bus meminta para penumpang turun.

"Putar balik, rencananya turun di Solo atau Sragen, akhirnya turun di sini, sebanyak 26 orang dari Pekanbaru, Riau mau pulang ke Surabaya," kata Hary Asmara, Penumpang Bus.

Sementara itu Dedy Saputro, salah seorang penumpang bus lainnya mengungkapkan, harga borongan busnya Rp 42 juta untuk 26 orang sedangkan uangnya tidak kembali.

"Untuk kendaraan busnya tidak dilengkapi dengan barcode yang dikeluarkan dari Kementerian Perhubungan Darat, kemudian untuk bus tersebut kita kembalikan ke arah barat," ujar Iptu Nur Hidayat, Kanit Patroli Polres Ngawi.

Meski dilarang, tetapi masih banyak bus maupun kendaraan yang mengangkut banyak pemudik, untuk itu polisi akan terus meningkatkan pemeriksaan atas kendaraan yang melintas di tol Ngawi.