Sukses

VIDEO: Sungai Kalimas Tercemar Polusi Klorin Saat Pandemi COVID-19

Liputan6.com, Jakarta - Beginilah kondisi Sungai Kalimas yang biasa digunakan untuk sarana olahraga hingga wisata air oleh warga Surabaya, Jawa Timur, Kamis siang.

Air Sungai Kalimas yang merupakan ikon Kota Surabaya kini berubah warna dibanding biasanya. Berikut video pemberitaannya pada Liputan6, 10 Juli 2020.

Peneliti dari Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah, menemukan adanya peningkatan polusi klorin yang merupakan bahan disinfektan selama pandemi COVID-19.

Penelitian yang dilakukan sejak 16 April 2020, menunjukkan ada peningkatan klorin sebanyak 0,11 part per milion atau ppm, dan terus meningkat lagi pada 7 Juli sebanyak 0,20 ppm. Sedangkan peningkatan klorin pada hari Kamis mencapai 0,48 ppm, sudah melewati ambang batas standar air sebesar 0,03 ppm.

"Hasilnya yang ditemukan itu, sebelumnya kita menguji di April 0,11 dan meningkat menjadi 0,48, jadi bisa dimungkinkan bahwa karena masa pandemi ini jadi disinfektan yang digunakan juga meningkat jadi klorin yang ada di air sungai meningkat," Eka Chlara, Peneliti Ecoton.

Selain klorin, Sungai Kalimas mulai tercemar logam berat, saat ini kandungan logam berat mencapai 3100 ppm, jauh di atas standar ion logam solid yang di air sebesar 500 ppm. Dengan kondisi ini, Sungai Kalimas menjadi sungai berbahaya jika digunakan oleh manusia.