Sukses

VIDEO: Curah Hujan Tinggi, Lahan Pertanian Terendam Air di Lamongan

Liputan6.com, Jakarta - Curah hujan tinggi beberapa hari terakhir di Jawa Timur, membuat lahan pertanian terendam banjir. Di Lamongan, Jawa Timur, petani yang sedianya menikmati panen raya, terpaksa membiarkan buah semangka, dan melon membusuk terendam air.

Sementara di Pacitan, petani terpaksa memanen lebih awal tanaman palawija mereka, daripada membusuk terendam banjir. 

Tingginya curah hujan beberapa hari terakhir, menggenangi ratusan hektar tanaman melon dan semangka, di Desa Banteng Putih, Kecamatan Karang Geneng, Kabupaten Lamongan. Para petani yang seharusnya menikmati panen raya, harus gigit jari. Sebab semangka dan melon mereka, membusuk terendam air. Kondisi itu diperburuk serangan hama tikus.

Petani Yanto, mengatakan dalam kondisi normal, 1 hektar lahan bisa menghasilkan 2 ton semangka dan melon, senilai Rp 35 juta. Namun, akibat terendam air dan serangan hama tikus, mereka hanya memperoleh Rp 1 juta per hektarnya.

"Hujan turun lebat, pertama 2 jam sampai 3 kali, kemarin malem mulai jam 1, sampai jam 5 pagi, jadi ndak bisa dipanen,” ungkap Yanto, Petani Semangka di Lamongan.

Kondisi yang sama juga terjadi di Pacitan. Akibat lahan pertanian terendam banjir, petani harus memanen lebih awal tanaman palawija mereka.

Sebab jika dibiarkan terendam air, buah palawija akan membusuk dan tambah rugi. Seperti tanaman palawija di Desa Sirnoboyo, Pacitan, yang terendam banjir beberapa hari. Petani terpaksa memanen buah tanaman meski belum waktunya dipetik.

"Terpaksa dipanen, kalau ndak dipanen itu rusak, akhirnya busuk, daripada ndak ada hasilnya diambil setengah tua,” kata Giyanto, Petani.

Wilayah ini diterjang banjir pada Minggu malam, setelah diguyur hujan lebat, dan meluapnya sungai yang berada di sekitar desa, hingga menggenangi area persawahan petani. Demikian diberitakan pada Liputan6, 4 November 2020.